ENERGI & GIZI: UNTUK BUMIL VEGETARIAN

Akhir-akhir ini, diet vegetarian semakin populer di masyarakat. Ada berbagai alasan yang melatarbelakangi mengapa para vegetarian memilih diet jenis ini, diantaranya yakni pertimbangan ekologis,
filosofis, religius, atau ingin bergaya hidup lebih sehat. Ada beberapa jenis diet vegetarian, dari yang fleksibel hingga yang paling ketat. Menurut American Dietetic Association (2009), ada dua definisi vegeterian yang paling umum digunakan dalam riset, yakni:
• Vegan: seseorang yang tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari hewan sama sekali
• Vegetarian: seseorang yang masih mengonsumsi pangan asal hewan seperti telur (ovo) dan susu (lacto) kecuali daging.

Diet vegetarian sering dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan, termasuk mengurangi kadar kolesterol darah, risiko penyakit jantung, hipertensi, kanker dan diabetes tipe 2. Para vegetarian juga cenderung memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah. Diet vegetarian cenderung lebih rendah lemak jenuh
dan kolesterol, dan lebih tinggi serat pangan, magnesium, kalium, vitamin C dan E, folat, karotenoid, flavonoid, dan zat fitokimia lainnya. Perbedaan zat gizi ini mungkin menjelaskan beberapa keuntungan kesehatan para vegetarian yang memiliki diet bervariasi dan seimbang. Namun, vegan dan beberapa vegetarian lainnya mungkin memiliki asupan rendah vitamin B12, kalsium, vitamin D, seng, dan omega 3 asam lemak rantai panjang. Para vegetarian harus memberi perhatian khusus untuk memastikan mereka memperoleh jumlah kalsium, zat besi, Seng, vitamin B12 dan vitamin D yang cukup (Mahan & Stump, 2004).

Jika bumil seorang vegetarian?
Sebenarnya tidak ada perbedaan signifikan kebutuhan antara ibu hamil (bumil) bukan vegetarian dan ibu hamil vegetarian, kecuali kebutuhan zat besinya. Bumil vegetarian memerlukan zat besi lebih tinggi dibanding bumil bukan vegetarian (American Dietetic Association, 2009).

Full text publication

Share This Page: